Skip to main content

Complicated Life: Words are Meaningful

Ketika gue berbincang-bincang berbicara mengenai harga-harga dengan seorang teman, gue menemukan fakta yang menarik.

Ketika membahas hardisk 80 Gb, gue menyebutkan kata 'cuma'.
Gue bilang: harga hd 80 Gb, sih, sekarang cuma 500 ribuan.
Trus, ada waktu perenungan sebentar.

kata 'cuma' kalo disebutin secara ilmiah adalah masuk akal. Hal ini mengingat ketika gue membeli Hd itu harganya nyaris 1 juta saat baru pertama kali keluar dan kini harganya adalah 500 ribuan. Jika ditilik dari nilai suatu mata uang, maka nilai 1 juta waktu itu lebih berharga dari pada nilai 1 juta sekarang, karena termakan inflasi.

Maka, harga 500 ribu sekarang lebih murah dibandingkan harga 500 ribu waktu itu. Jadi, harga 500 ribu sekarang jauh lebih murah dibandingkan dengan harga 1 juta.

Tetapi, setelah gue renungkan, secara etika gue menyebutkan istilah yang salah!

500 ribu adalah jumlah uang yang tidak mudah untuk didapatkan. Bahkan, ada orang-orang yang digaji sebanyak itu dalam sebulan. Maka, jika menyebutkan kata 'cuma', itu berarti merendahkan nilai nominal itu. Artinya, orang yang mengucapkannya entah sombong atau menganggap rendah apa yang orang lain susah payah dapatkan.

Pantes aja TV Media mengganti kata 'hanya' dengan kata-kata 'cukup dengan'.

Hmm, lain kali gue akan mencoba berhati-hati untuk mengeluarkan kata-kata. Gue juga gak nyangka kalo istilah kata 'cuma' itu cukup membuat pendengarnya menjadi memiliki pikiran yang tidak-tidak mengenai pembicara.

Doh! Susah banget, sih, bergaul itu! Mending di rumah bareng my sweet LFS. It even doesn't complain 'bout the word F**K.

Comments

Popular posts from this blog

STAN vs. UI

Ugh, kasihan banget adek gue. Saking kepinteran dia jadi dapet Akuntansi UI dan STAN. Jadi bingung mau masuk yang mana. Beberapa orang (termasuk orang tua gue), menyarankan masuk STAN. Gue malah memperburuk suasana dengan membela memasuki Akuntansi UI, maklum bela almamater. Duh, gue jadi merasa bersalah bikin dia ragu-ragu. Kira-kira enakan masuk mana, yah? Gue juga gak tahu keuntungan masing-masing. Hasil debat sementara: ~ Untuk jangka panjang masuk UI, untuk jangka pendek STAN. ~~Tapi, dia itu kan cewek, ntar pas menikah kemungkinan besar karir terhambat. Eits, ntar, dulu, sekarang kan jamannya emansipasi, bisa aja cowoknya yang jadi BRT. ~ STAN sarang korupsi, kalo masuk STAN jadi pegawai negeri. Kalo mau kaya harus korupsi. Tapi kalo masuk UI, lulus masuk jadi akuntan publik. Sekarang ini, orang membayar akuntan publik untuk memanipulasi nilai pajak dan aset. *SIGH*. Jadi gak ada yang beres ~ dll. Yah, udah gue jadi bingung, apa lagi dia nanya saran gue. Buah, gue gak pengalaman ...

Installing Goodix Fingerprint Reader Driver on Fedora

I currently have a Lenovo Thinkpad L14 laptop equipped with fingerprint. I was `belok` from KDE Neon to use Fedora 40 because of someone. Now I am tempted to enable my fingerprint: lsusb | grep -i fingerprint Bus 001 Device 004: ID 27c6:55b4 Shenzhen Goodix Technology Co.,Ltd. Fingerprint Reader Dump the firmware Assuming this is a fresh install, lets do some magic by getting some dependencies: sudo dnf install gcc git python-pip python-devel openssl Let's get the source code: git clone --recurse-submodules https://github.com/goodix-fp-linux-dev/goodix-fp-dump.git cd goodix-fp-dump Create an isolated Python environment: python -m venv .v source .v/bin/activate Do the magic: sudo su pip install -r requirements.txt python run_55b4.py exit There are some python scripts available. I run run_55b4.py because my device ID is 27c6: 55b4 . It will spell some nonsense, which is a good thing. That nonsense actually the firmware captured by our device. Also, I typed exit becaus...

Answering Josef

After Komas class, Josef asked me something irritating: You are fond of open source so much and always suggesting (quite like enforcing) people to use open source. Actually, what have you already done within open source project. Have you made something for open source, coz' if you do, then you can impress people to do that. You must publish that to convince many people. Before all the explanation I'd like to state something: I don't like doing something for the sake of publicity, but this question insist me to do publicity of my works. Ok. Let me write down my finding about general things that become a background for my works. Indonesia is a country that always under invasion of other nations. Consumerism is high in every aspect and low nationalism affecting this nation. Lower education in this nation have bring people to act of corruption, poverty, and other injustice act. Furthermore, it makes people doesn't think in long term. People from Indonesia usuall...