Skip to main content

Apa Coba.

Semua orang hanya ada di dalam pikiran. Semua adalah kepalsuan yang diberikan oleh perasa dan pandangan. Tidak ada yang nyata dalam dunia ini, mungkin juga hanyalah pikiran selintas yang hanya terbuang oleh waktu.

Waktu, adalah ungkapan bingkai per bingkai sebagai instrumen fungsi yang setiap satuannya berisi nilai yang berbeda dari perubahan yang dalam.

Sarkasme adalah makian orang-orang yang sedang berusaha mencari kebenaran yang sejati. Terbawa aliran sungai dan mulai terpukul riak-riak yang semakin banyak dan batu-batu yang membuat rakit kehidupan nyaris tak berdaya di bawanya dalam arah yang seakan acak.

Kebingungan adalah suatu kelas Exception yang dilempar oleh fungsi-fungsi yang didefinisikan oleh pikiran manusia. Terkadang tertangkap dan terkadang membuat proses yang sedang berjalan terganggu. Sedangkan kesalahan pada program dapat saja terjadi akibat dari faktor-faktor luar. Aplikasi yang berhenti akibat kekurangan memori atau pun loncatan-loncatan listrik yang tak terduga yang membuat nilai bit pada suatu register berubah walaupun sudah lulus uji kelaikan.

Perasaan adalah motor penggerak manusia dan merupakan bentuk pemikiran yang sengaja didesain manusia sebagai fungsi acak untuk menghasilkan nilai yang maksimal dan algoritma yang efisien. Perasaan adalah suatu suatu fungsi panggil-kembali yang berisi nilai eliptik. Terkadang menghasilkan tipe data void yang ternyata merupakan data dari suatu obyek yang telah kehilangan isinya akibat pengembalian referensi yang telah dijadikan data umum.

Pembangkangan adalah bentuk dari manusia yang ingin mengetahui hasil yang terjadi. Malah, pembangkangan adalah suatu fungsi yang terpanggil akibat dari penangkapan kesalahan yang terjadi ketika suatu ego berusaha dimodifikasi di luar cakupannya.

Sahara adalah suatu tempat yang paling indah dibandingkan kamar berpenyejuk yang berisi kenangan kamu yang telah menghancurkan cintaku.

Kesepian adalah suatu tanda hancurnya otak ini akibat tidak lagi dirasakan adanya manusia-manusia. Dunia ini berpenduduk satu orang dimana sisanya telah musnah oleh penyakit yang bernama kebencian.

Mati, apakah itu bentuknya? Memangnya sekarang ini aku hidup? Apakah untuk hidup itu kita harus sakit? Apakah hidup itu sakit? Sakitkah hidup? Sakit?

Apakah arti dari semua ini? Ketika semua dipertanyakan artinya, artinya sudah tak lagi menjadi kenikmatan. Semua adalah dusta dan semua adalah bentuk dari kemunafikan. Tetapi, mengapa terkadang terasa nyata? Mengapa semua orang berdusta dan merasa bahwa kenangan adalah nyata?

Apakah kenyataan? Benarkah sekarang adalah nyata? Mengapa masa lalu adalah kenangan yang terasa? Mengapa saat ini tak kurasakan? Luka ini, benarkah sudah sembuh? Tak terlihat darah yang mengalir, tak kulihat ada yang membusuk.

Benarkah selasar hati adalah pintu bagi jiwa untuk terbuka? Ataukah saujana yang singgah hanyalah meninggalkan debu-debu yang berisi kuman-kuman berisi infeksi. Ataukah aku sendiri yang menginginkannya, mengundang dan membawanya masuk dengan senang hati.

Apakah kejujuran? Sedangkan sesuatu yang tak dapat diilustrasikan berusaha digambarkan dengan kaidah dan temanya? Apakah anasir-anasir dari pikiran adalah merupakan sesuatu yang dapat dibohongi? Apakah memang apa yang kupikirkan saat ini adalah suatu setan yang merasuki dan merancangkan kelaknatan dan menghempaskan jiwa.

Pencobaan adalah senjata terakhir untuk membela hati yang rapuh. Hati yang asa dan raganya telah menjadi kepingan-kepingan. Entahkah ini merupakan suatu hal yang ringkih ataukah terlalu canggihkah mulut ini menetak dengan ujung mata dua. Menusuk pula ke dalam secara tangkil dan mangkus. Meninggalkan relung yang dalam dan seakan tak berlandas.

Semua hanya kepastian dan hanya kepingan. Mau ke mana semua itu pergi, terbang, dan menghilang tak satu juga pun mampu meretas. Tak satu pun mampu menyunting arah bertiupnya udara itu. Hanya bisa merasakan dan berharap ada yang sanggup menjelaskan.

Pengharapan adalah suatu sikap bertahan untuk setiap orang yang telah memikirkan semua cara. Mereka yang menggantungkan cita-citanya, yakni berharap akan adanya insan yang mampu membuka tabir yang menutup dan menjadi nur dalam kelam yang menyeruak masuk memakan semua yang telah ada.

Ada? Benarkah semuanya ada?

Siaga adalah siap antar jaga dan sebelum latihan menulis bahasa Indonesia dengan baik dan benar ini menjadi tidak lucu, saya pun berhenti. Semoga setiap kata dan prosa yang ada tereja dengan baik. Tes... tes... tes... Maksudku uji... uji... uji....

Comments

  1. Hai, itu penulisan judul salah. Judul bukanlah sebuah kalimat, judul adalah sebuah frasa. Lagipula, judul "Apa Coba" merupakan kalimat minor tanya. Seharusnya berbunyi: "Apa, coba?"

    ReplyDelete
  2. Anonymous9:33 PM

    mantap!!, jpisme ayat satu jilid satu!! :D :D

    ReplyDelete
  3. Anonymous11:28 PM

    Kok rasanya ada berbagai macam topik menumpuk dan rasanya artikel ini hanya diciptakan untuk menguji keterampilan berbahasa yah?

    Apakah hanya perasaanku seorang?

    ReplyDelete
  4. @inu:
    Hehehe.. ini ud jilid kesekian.

    @kunderemp:
    Semua yang ditulis itu ada satu topik besarnya, yakni patah hati. Mengapa tema ini gw ambil, karena tren tema masa kini itu ada dua: 1) keindahan cinta lewat seks; dan 2) patah hati.

    Emang,sih, tujuan gw nulis cuma mo mengasah kosakata B. Indonesia gw yang makin rusty.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

STAN vs. UI

Ugh, kasihan banget adek gue. Saking kepinteran dia jadi dapet Akuntansi UI dan STAN. Jadi bingung mau masuk yang mana. Beberapa orang (termasuk orang tua gue), menyarankan masuk STAN. Gue malah memperburuk suasana dengan membela memasuki Akuntansi UI, maklum bela almamater. Duh, gue jadi merasa bersalah bikin dia ragu-ragu. Kira-kira enakan masuk mana, yah? Gue juga gak tahu keuntungan masing-masing. Hasil debat sementara: ~ Untuk jangka panjang masuk UI, untuk jangka pendek STAN. ~~Tapi, dia itu kan cewek, ntar pas menikah kemungkinan besar karir terhambat. Eits, ntar, dulu, sekarang kan jamannya emansipasi, bisa aja cowoknya yang jadi BRT. ~ STAN sarang korupsi, kalo masuk STAN jadi pegawai negeri. Kalo mau kaya harus korupsi. Tapi kalo masuk UI, lulus masuk jadi akuntan publik. Sekarang ini, orang membayar akuntan publik untuk memanipulasi nilai pajak dan aset. *SIGH*. Jadi gak ada yang beres ~ dll. Yah, udah gue jadi bingung, apa lagi dia nanya saran gue. Buah, gue gak pengalaman ...

Installing Goodix Fingerprint Reader Driver on Fedora

I currently have a Lenovo Thinkpad L14 laptop equipped with fingerprint. I was `belok` from KDE Neon to use Fedora 40 because of someone. Now I am tempted to enable my fingerprint: lsusb | grep -i fingerprint Bus 001 Device 004: ID 27c6:55b4 Shenzhen Goodix Technology Co.,Ltd. Fingerprint Reader Dump the firmware Assuming this is a fresh install, lets do some magic by getting some dependencies: sudo dnf install gcc git python-pip python-devel openssl Let's get the source code: git clone --recurse-submodules https://github.com/goodix-fp-linux-dev/goodix-fp-dump.git cd goodix-fp-dump Create an isolated Python environment: python -m venv .v source .v/bin/activate Do the magic: sudo su pip install -r requirements.txt python run_55b4.py exit There are some python scripts available. I run run_55b4.py because my device ID is 27c6: 55b4 . It will spell some nonsense, which is a good thing. That nonsense actually the firmware captured by our device. Also, I typed exit becaus...

Vibe Coding Workflow

I am currently working for having A.I. workflow for generating projects. There are two things that need to be tackled for that: 1) hallucinations; and 2) old codes. I have met several patterns to tackle those two and just need to formulate the patterns into a general flow. Thankfully, a video of building fullstack app using A.I. from Raf Dev channel inspired me to make the formulation. He used multiple A.I. engines to his need: He used Google Gemini to onboard his ideas and summarized it. He forked a boilerplate of NextJS project into a new project. Then, he added the summary from Google Gemini into a file for context. He used QWEN Code, a QWEN3 code engine that is a fork from Gemini CLI, to build the project. When working with an existing project, A.I. will take the whole project as a context. It also means that it will stick with the version used by the libraries. It also will try to update its knowledge based on the common pattern in the project. Most of the time, it will use the c...