Skip to main content

Posts

7 Habit by Numbers

Berikut ini dapet dari email. Ini BUKAN hasil karya saya. So, credit goes to the original writer. ---------- Bagi yg pernah baca dan belajar 7 habit : Jika, nilai huruf-huruf ini kita anggap sbb: - A - B - C - D - E - F - G - H - I - J - K - L - M 1 - 2- 3 - 4 -5 - 6 - 7 - 8 - 9- 10- 11- 12 - 13 - N - O - P - Q - R -- S - T- U - V - W - X - Y - Z 14 - 15- 16- 17- 18 - 19 - 20- 21- 22- 23 -24 - 25- 26 Hitung bareng-bareng: Bahasa Inggris (dipercaya oleh orang America) Kalau kita bekerja dengan modal angka tersebut dibawah, maka hasilnya adalah... - H - A - R - D - W - O - R - K ( kerjakeras ) 8 1 18 4 23 15 18 11 = 98% Only - K - N - O - W - L - E - D - G - E ( pengetahuan ) 11 14 15 23 12 5 4 7 5 = 96% Only - L - O - B - B - Y - I - N - G ( pendekatan ) 12 15 2 2 25 9 14 7 = 86% Only - L - U - C - K ( keberuntungan ) 12 21 3 11 = 47% Only Ternyata ... semua nilai dari usaha-usaha kita diatas nggak bisa mengalahkan yang satu ini: - A - T - T - I - T - U - D - E ( si...

Belajarkah Kita?

Selama ini dunia pendidikan tinggi tidak pernah diuntungkan dari perangkat lunak berlisensi tertutup. Selama ini dunia pendidikan tinggi di Indonesia telah mengajarkan kejahatan kepada mahasiswanya. Pendidikan tinggi di Indonesia telah secara nyata pelanggaran hukum terhadap penggunaan perangkat lunak berlisensi tertutup. Lebih lagi, dunia pendidikan tinggi mengajarkan ketidakpedulian mereka terhadap ekonomi bangsa yang tidak mampu menjangkau perangkat lunak berlisensi tertutup. Mengapa pendidikan tinggi tidak berani mengambil inisiatif untuk mengembangkan perangkat lunak bebas secara penuh seperti seluruh dunia? Coba tanya, berapa banyak mahasiswa Indonesia yang pernah mengenal LATeX? LATeX yang secara defacto telah menjadi standar dalam penulisan karya ilmiah. Apakah kita hanya tahu cara mengutip tanpa menyebutkan sumber? (plagiarisme) Tanyakanlah kepada mahasiswa ilmu komputer, aplikasi apakah yang mengizinkan mereka untuk berinovasi? Tentunya bukan perangkat lunak berlisensi tertu...

Learning From The Best

On 16th June, Mark Shuttleworth, the man behind Canonical and Ubuntu GNU/Linux, made a big post: "No Negotiations with Microsoft in Progress" The post is about he refuses the Microsoft agreement to not sue anyone from any unknown patent infringement. The state is clear, he doesn't agree for signing against anything that unknown. Which is then the deal cannot be justified clearly. Why Mark dares to take the challenge? Reason #1 It would be troublesome for Microsoft if they put patent infringement against Cannonical. If Microsoft ever wins, then most likely Ubuntu and any GNU/Linux systems would be banned from US, but not the rest of the world, e.g. EU. How could this happen? The FOSS people like FSF most likely will bundle their important projects with many patents so that any of their works and derivatives would become useless to any company in the US. This would lock US companies to proprietary alternatives and the IT costs would climb up. Something like good old revenge...

Apa Coba.

Semua orang hanya ada di dalam pikiran. Semua adalah kepalsuan yang diberikan oleh perasa dan pandangan. Tidak ada yang nyata dalam dunia ini, mungkin juga hanyalah pikiran selintas yang hanya terbuang oleh waktu. Waktu, adalah ungkapan bingkai per bingkai sebagai instrumen fungsi yang setiap satuannya berisi nilai yang berbeda dari perubahan yang dalam. Sarkasme adalah makian orang-orang yang sedang berusaha mencari kebenaran yang sejati. Terbawa aliran sungai dan mulai terpukul riak-riak yang semakin banyak dan batu-batu yang membuat rakit kehidupan nyaris tak berdaya di bawanya dalam arah yang seakan acak. Kebingungan adalah suatu kelas Exception yang dilempar oleh fungsi-fungsi yang didefinisikan oleh pikiran manusia. Terkadang tertangkap dan terkadang membuat proses yang sedang berjalan terganggu. Sedangkan kesalahan pada program dapat saja terjadi akibat dari faktor-faktor luar. Aplikasi yang berhenti akibat kekurangan memori atau pun loncatan-loncatan listrik yang tak terduga y...