Who am I?
Can Linux play internet radio? Sure it can. (That's what the Net advertise)

But, I'm currently using linux's modern player: Amarok. No sound and it sucks! (Freeze!)

I googling a while, and found streamtuner. Still no luck, though I have inserted my proxy server, and it just opened XMMS and nothing happened.

And then, I found that a man bragging about his mplayer playing his internet radio. Then, I opened my Yakuake (cool console, addictive one) and type:

# export http_proxy=XXXXX
# export HTTP_PROXY=$http_proxy
# gmplayer

And I inserted a url from shoutcast.com. Voila! It rocks!

Btw, this is sucks. Why a modern linux player such as Amarok failed to play internet radio just right out of the box? Are they trying to mimic M*******t just making good UI and lost functionality? Why on earth a ten years technology (that should be rusty enough) such as XMMS and MPlayer are the only answers to play such technology?

Ah, the misjudge me! The proxy server is not set that's why Amarok cannot play my playlist. Well, it works like a charm. Great!
no comment.
Greets, Comrades!
Sometimes we want to mess up with compilling stuff from source. It's a good thing that unices projects (now all/almost FOSS) use the three magic steps:
./configure && make && make install

But, today order is different from the past. More of us are package-dependent people (yeah, long live package). Now, how could we install those sources without breaking out our precious package-based system?

Behold! Here comes: checkinstall

Here's how to in Dapper:
1. Install checkinstall, for porn stars use this command (everyone else use synaptic ;-P):
# sudo apt-get install checkinstall

2. Install development files (header files) needed for your apps. These packages usually using "-dev" suffix (e.g. gtk-2.0-dev). Now, how to figure out any dependency?
- Read the author web.
- Read files in apps source directory, I usually read 2 files: README and INSTALL.
- Find it on mbah Google.

Btw, don't forget to install build-essentials package. Ubuntu is stripped by default. ;(

3. Now comes the part where we all become pornstars. Do the magic steps, only this time we change the last step with checkinstall. Depend on how big the apps, your computer, and your face, you may have a time to do something else. If your face isn't so bad, you may have the debs and install it with dpkg. To sum it up, here's the example:

# cd APPS_SOURCE_DIR
# ./configure --prefix=/usr
# make
# sudo checkinstall
# sudo dpkg -i *.deb

Voila, your system is running well. So far I have use this tool to install ATi Driver, deKorator, and kbfx. TODO: Gaim beta.

EDIT: added run checkinstall as root. The last line is not needed because checkinstall install the program by default.
  1. Clean all fans and your cards (especially the joints).
  2. Put off your graphic card fan out.
  3. Put off one of your cpu fan.
  4. Put four cotton buds in each corner in screw hole.
  5. After the buds are in place, put the fan in the bottom of your cpu, below the gpu headsink.
  6. Voila! Your computer is ready and served.



Credits:
Amphie, rast, jpmrblood
Nobody wants to die but nobody knows how to live.
Mengapa RUU yang telah:


  • menyalahi Prosedur, karena telah melanggar UU No 10/2004 tentang Tata Cara Pembentukan Undang-undang;


  • bertentangan dengan hukum lain yang sederajat maupun yang lebih tinggi, misalnya UUD 1945 pasal 32;


  • bertabrakan/terduplikasi dengan UU lain yang telah ada, karena ada fungsi-fungsi yang sebenarnya sudah ada di UU yang lain, misalnya Badan Sensor Nasional vs Badan Anti Pornografi & Pornoaksi;



masih ingin disahkan?


Definisi sesat dan maksiat adalah definisi yang relatif. Bagi saya sebagai seorang Kristen, orang-orang non Kristen adalah sesat. Demikian pula pandangan orang beragama lain terhadap saya. Tidak ada kebenaran yang absolut kecuali kebenaran dalam pikiran. Itulah sebabnya, sebagai seorang Nasionalis, saya menganggap semua WNI sebagai saudara sebangsa dan setanah air walau pun berbeda SARA.

Pandangan yang salah adalah mengenai definisi mayoritas. Tidak pernah suatu agama menjadi mayoritas di dunia ini. Mengapa? Sebagai contoh, orang-orang Jawa menganut agama Kejawen, walaupun dalam KTP tertulis agama mayoritas. Orang-orang Jakarta dan beberapa kota besar menganut agama Agnostik, bahkan sebagian cenderung Atheis. Orang-orang Batak menganut agama HKBP. Demikian berlaku hal yang lain. Hal ini juga diperparah dengan kebohongan yang dilakukan oleh badan sensus nasional dalam menentukan demografi rakyat Indonesia, bisa dilihat dari bocor dan salah sasarannya bantuan Raskin.

Oleh karena tidak adanya masyarakat homogen, maka definisi mayoritas di sini adalah berdasarkan siapa yang memegang kekuasaan. Dengan kata lain, RUU ini mengundang lahirnya pola pemerintahan kediktatoran (Dictatorship).

Yang menjadi pertanyaan adalah apakah bentuk pemerintahan tersebut menjadi bentuk pemerintahan NKRI?

Saya tidak mengerti sejauh mana pola pikir orang-orang di Senayan yang berusaha untuk memecah belah bangsa. Kesombongan dari orang-orang yang menyatakan bahwa dengan RUU ini kita bisa membudayakan masyarakat yang tanpa pakaian jelas terlihat di sini.

Apakah budaya kontemporer lebih maju dari budaya Kubu? Apakah budaya kontemporer lebih maju dari masyarakat Dani?

Dalam hal apakah budaya kita lebih maju? Kebudayaan kita telah merusak alam! Kebudayaan kita menciptakan orang-orang yang haus kekuasaan dan rela melakukan apa pun demi uang. Kebudayaan kita telah menciptakan orang-orang yang ambisius dan istilah minoritas dan mayoritas.

Dalam hal apakah kebudayaan kita lebih maju dari mereka yang hidup bersahabat dengan alam? Dalam apakah kebudayaan kita lebih maju dari mereka yang hidup damai dengan sesama? Bukankah hal ini yang dinamakan dengan imperialisme? Menghancurkan budaya orang lain dan menaruh keseragaman?

Apakah saya paranoid dengan mengatakan bahwa inilah kehancuran Indonesia? Ada dasar yang membuat Negara Kesatuan Indonesia, dan dasar-dasar itu satu persatu semakin hancur.


  • Sumpah Pemuda. Masih relevankah? Saat ini sudah hampir tidak ada yang berusaha menjunjung tinggi bahasa Indonesia. Lalu dengan RUU ini, masih relevankah bertumpah darah satu sedang orang yang memiliki budaya lain dianggap sebagai kriminal?


  • Pancasila. Masih relevankah? Hukum ini ditoreh di dada seekor Garuda Emas yang membawa pita Bhinekka Tunggal Ika. RUU APP ini jelas tidak mengindahkan hal tersebut.


  • UUD 1945. Masih relevankah? Sudah jelas bahwa RUU APP bertentangan dengan privasi dan kebebasan individu yang diatur oleh UUD 1945.




Ada hal lain yang JAUH lebih penting untuk disahkan, misalnya RUU Pembuktian Terbalik. Ada hal lain yang SEHARUSNYA dikerjakan, misalnya memperbaiki mutu pendidikan Indonesia dan membuat sekolah-sekolah negeri yang UNGGULAN menjadi bisa dimasuki oleh orang-orang tak mampu. Ada hal lain yang HARUS dipikirkan, misalnya penegakan hukum di Indonesia.

Masih adakah yang peduli dengan nasib bangsa ini?

~MasukanKaliIniSengajaMemakaiBahasaIndonesia
~MasukanIniKutujukanUntukBangsakuTercinta