Tips berikut ini diberikan oleh Sir Bats (Pak Sabri) di forum ubuntu-id. All credits for him.
--


Yang pengen open-office nya start lebih cepat dari microsoft office :

http://www.zolved.com/synapse/view_content/28209/How_to_make_OpenOffi...

intinya :

buka openoffice (writer/calc)
klik Tools>options> Pilih OpenOffice.org > memory

ganti angka undo step dari default 100 ke 20 / 25 / 30 saya pikir
angka 10 masih masuk akal, kita tidak akan meng-undo sampai sepuluh
kali dalam penggunaan sehari-hari.

tambahkan volume graphic cache dari default : 6 MB ke 128 MB (kalo
anda punya 2 GB memory boleh dicoba angka 200-250 MB).

ganti point Number of object ke angka 20 (boleh dicoba 5/ 10/ 15).

klik quickstarter.

kalo anda tidak membutuhkan fitur Java : klik item java dan jangan
dicentang. (terutama pengguna x86_64/amd64 ... java bikin suck) :=))

punya saya dibikin begini :
http://picasaweb.google.co.id/SIRBATS/OpenOffice/photo#51488252539450...

open office start dalam waktu 1 detik !! :=))

./sts

10% coding, 20% debug, 70% figuring out.

Neat.
Heart is something that Galileo would say: "Eureka!"

The real question is how to make it malfunction? To make it falling in love. Now, how to do that?
Salah satu wujud dari Pemberdayaan Open Source Software di Universitas Indonesia, kami implementasi sebuah forum. Forum ini ditujukan untuk dua hal:
  1. Forum komunikasi untuk sharing opensource knowledge.
  2. Ajang komunikasi anak UI di dunia maya, alias forum umum buat anak UI.
Nah, siapa aja yang bisa daftar?
  1. Buat orang UI yang sudah punya password SIAK, langsung saja login di sana.
  2. Buat orang umum, silahkan daftar dengan ketentuan berlaku.
Berhubung Universitas Indonesia adalah sebuah institusi legal, maka diperlukan otentifikasi. Jadi, buat orang umum yang mau tergabung dalam forum harus mengirimkan data:
  1. Nama Asli
  2. Organisasi/Tempat Beraktivitas
  3. Email
  4. Nomor Telepon/HP
Jadi, kalau ada postingan aneh-aneh kita semua bisa bertanggung jawab. Tentu saja, kebijakan dari UI adalah tidak men-disclosure informasi pribadi kepada pihak ketiga, kecuali kasus khusus.

Silahkan kunjungi saja langsung, deh. Klik di sini.
Ketika Yesus dan murid-murid-Nya berkunjung ke sebuah desa di Samaria, mereka ditolak dan diusir keluar. Dengan perasaan marah dan malu, murid-murid-Nya bertanya kepada Yesus: "Guru, maukah Engkau agar kami berdoa mengirimkan api dari langit [untuk membumihanguskan mereka]?" Namun, dengar keras Yesus menegur dan memarahi mereka.

Bagi Anda yang cukup rajin membaca Alkitab, Anda tahu bahwa ada kisah di mana Yesus mengutuk sebuah pohon ara yang tidak berbuah sehingga ia menjadi kering. Ia juga pernah mengecam para ahli-ahli kitab yang hanya munafik. Bahkan, Ia pernah berbuat kerusuhan dengan meluluhlantakkan dagangan di Bait Suci. Namun, mengapa terhadap mereka yang menolak Dia, tak sedikit pun Ia marah, apalagi mengutuk?

Yesus pernah memberi klaim bahwa Anak Manusia datang untuk menyelamatkan bukan untuk menghakimi. Jadi, tidak berdasar apabila penyelamat kemudian memutuskan untuk menghakimi. Seperti Yohanes yang mencatat dalam kitab Wahyu, "Lihat Aku berdiri di depan pintu mengetuk, barangsiapa yang membuka pintu Aku akan masuk."

Tuhan, dalam pandangan kekristenan, tidak pernah memaksakan kehendak-Nya. Setiap manusia diberi sebuah anugerah, yaitu kehendak bebas. Setiap orang bebas menentukan arah hidupnya. Jadi, adalah kekristenan yang salah dan sesat jika seseorang dipaksakan untuk menjadi kristen.

Lebih tegas lagi, dalam Yohanes 10, Yesus memberi perumpamaan tentang diri-Nya. Ia adalah seorang gembala dan gembala yang baik memberikan nyawanya bagi kawanan dombanya. Ia menegaskan bahwa Ia bukan pencuri yang menyeruak masuk dengan paksa. Domba-domba-Nya mendengar Dia dan mengenal Dia.

Mendengar dan mengenal artinya memiliki hubungan pribadi, pengalaman rohani yang kuat dengan Tuhan, merenungkan Firman Tuhan dan melakukannya. Jadi, buat apa menjadi Kristen yang tidak mengenal Tuhannya? Percuma. [ADUH, JLEB KE GW JUGA :P]

Di dalam kekristenan ada 2 hukum yang utama dan terutama:
  1. Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu, akal budimu, dan dengan segenap kekuatanmu.
  2. Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
Ini inti dari kekristenan, inti dari ajaran Yesus kepada orang percaya.

Untuk hukum yang pertama, ini juga dasar dari hukum agama-agama lain dan banyak yang sudah paham, dan saya rasa hukum ini cukup intuitif. Dengan mengasihi Tuhan, maka kita akan berbakti kepada-Nya dengan tidak jemu-jemu. Kita akan menuruti apa Kata-Nya dan melakukannya dengan sepenuhnya.

Tetapi, untuk hal yang kedua, seorang ahli kitab pernah datang ke Yesus dan menanyakan kepada Yesus: "Siapakah sesamaku manusia?"

Yesus kemudian memberi jawaban dengan sebuah perumpamaan: Kisah Orang Samaria yang Baik Hati.
Ada seorang Yahudi sedang dalam perjalanan ke Yerusalem, ia kemudian dirampok di tengah jalan sampai habis-habisan. Terbaring setengah sekarat dan telanjang, ia hanya bisa diam di sisi jalan tempat ia dibuang menantikan bantuan.

Suatu ketika, ada seorang ahli kitab yang lewat. Ketika ia melihat orang malang itu, ia mengambil sisi jalan satunya dan meninggalkan orang tersebut.

Kemudian, seorang pemimpin agama lewat juga. Tetapi, sama dengan ahli kitab, ia terburu-buru dan meninggalkan pria malang tersebut.

Lalu, datanglah seorang Samaria. Ia menaikkan orang tersebut. Kemudian, ia ke penginapan terdekat dan menitipkan orang tersebut dan membayarkan sejumlah uang untuk biaya perawatan orang tersebut.
Sedikit sejarah sosiologi Israel. Dahulu, kerajaan Israel setelah raja Salomo, anak Daud, terpecah menjadi dua; 10 suku menjadi Israel dengan ibu kota Samaria dipimpin oleh seorang pemberontak dan 2 suku menjadi kerajaan Yehuda dengan ibu kota Yerusalem dipimpin oleh keturunan Daud.

Untuk mencegah orang-orang Israel pergi ke Yerusalem, sebagaimana diatur oleh Taurat, raja pada masa itu membuat sebuah Yerusalem tandingan dan menempatkan 2 lembu Harun sebagai sesembahan. Selain itu, kerajaan Israel juga dipenuhi oleh silsilah raja-raja yang bejat sehingga membiarkan bangsa Israel kawin campur dengan bangsa lain sehingga ajaran Taurat tidak lagi dilakukan. Akibatnya, kerajaan Utara ini lebih dahulu ditinggalkan Tuhan dan mereka jatuh terlebih dahulu kepada raja Asyur. Kerajaan Yehuda jatuh 500 tahun.

Semenjak itu, dalam strata sosial kehidupan Yahudi, Samaria itu semacam saudara haram dari mereka. Kaum yang najis dan kalau bisa, seorang Yahudi murni tidak berbicara langsung kepada mereka. Inilah ironi yang Yesus berikan kepada murid-murid-Nya waktu itu.

Ia memberi contoh bagaimana seseorang yang dianggap najis masih rela menolong orang lain. Inilah yang Yesus ajarkan bagi seorang Kristen sejati: menolong itu tidak pandang bulu!

Itulah sebabnya, ketika badai tsunami melandah Aceh dan negara-negara sekitar, lembaga Kristen lebih dahulu turun menolong mereka. Ini perintah utama buat orang-orang Kristen. Akan selalu ada kas yang tersisih untuk menolong orang lain, walaupun berbeda kepercayaan seperti Bunda Teresa menolong kaum papa India. Mereka yang dirawat mungkin seorang Hindu, dan sampai mati tetap Hindu. Akan tetapi, tugas seorang Kristen adalah untuk merawat dan menolong mereka tanpa pamrih.

Itu sebabnya saya agak bingung dengan kawan-kawan yang suka menuduh kristenisasi. Apa, sih, definisi kristenisasi? Bukankah setiap agama mengajarkan untuk memberitakan dan mempraktekkan agamanya? Di sana kami tidak berusaha mendirikan gereja, tetapi menolong orang.

Buktinya? Apakah ada gereja yang dibuka di sana? Padahal, bantuan-bantuan asing diterima berlimpah di sana. Bahkan, bantuan dari nasional banyak dibuang dan orang lebih memilih bantuan dari asing yang notabene sebagian besar adalah lembaga Kristen.

Ketika Yesus ditangkap di taman Getsemani, Petrus marah dan menetakkan telinga salah seorang penyergap. Tetapi, Yesus mengambil telinga yang terputus itu dan menyatukannya kembali ke telinga orang tersebut. Padahal, sebelumnya Yesus berpesan agar murid-murid-Nya bersiap-siap untuk membawa pedang.

Ternyata, inilah makna dari pedang itu: Injil, kabar baik.

Seorang martir dalam kekristenan bukanlah Richard The Lionheart atau pun salah satu dari krusader. Terus terang hal ini membuat saya bergidik menjadi seorang Kristen: seorang martir bagi Kristus adalah seorang yang mempertahankan imannya sampai mati.

Nah, parahnya, kalau Anda membaca kekristenan mula-mula, orang Kristen itu pantang melawan dengan kekerasan. Artinya, dibakar, disesah, atau pun dipermalukan, orang Kristen itu tetap memuji Tuhan dan tetap mempertahankan imannya.

Ini saya kasih gambaran seorang martir yang membuat para prajurit Roma yang terkenal kuat, bahkan sampai bergidik ketakutan:

Ketika zaman pemerintahan Nero, ia membakar kota Roma dan menuduhkannya kepada orang-orang Kristen. Hal ini membuat orang-orang Kristen ditangkapi. Sebagian diumpankan kepada singa-singa dan gladiator. Tetapi, sebagian besar, ini yang bikin bergidik, dibakar hidup-hidup sebagai tontonan. Nah, dikisahkan, sekali lagi ini yang buat saya berpikir berkali-kali untuk menjadi martir, mereka tidak mengutuk tetapi bernyanyi memuji Tuhan hingga mereka tidak bisa bernyanyi lagi.

Inilah seorang Kristen sejati, menjadi berkat dan membawa damai di mana pun ia ditempatkan.

[Huehehehe... bisa gak yah gw?]
Sang Pemilik, Julian alias Dimas alias Ij*l (deprecated interface, not recommended) menghendaki agar blog-nya tidak dibaca. Mohon jangan me-link atau membacanya.

Ada seseorang yang bernama Ilham dipanggil Mahli, palindrom. Trus, ada juga angkatan di bawahnya bernama Mahli. Tetapi, hal ini bukan berarti beliau harus dipanggil Ilham.

Pernah ada seorang bayi jenius yang singgah di PPSI memberikan sebuah berkah yang luar biasa: SmartCard dan Webservice. Kami sangat kehilangan dia, terutama dokumentasi, minimal javadoc. Thanks.

Ada banyak orang yang pergi dari PPSI. Yang gw gak ngerti, ada seorang homok yang kerja di sebuah perusahaan yang dia beri sumpah serapah ketika di sini. Emanglah, gak ada musuh dan kawan abadi. Atau, seperti seseorang yang tidak ingin dikunjungi blog-nya pernah berkata kalau seandainya beliau diwawancara: "Your company is suck and I'm here to fix that."



Yang paling seru adalah ketika seseorang pergi dari PPSI, mereka seperti Crilin dan Goku belajar sama guru Jin Kura-kura. Mereka langsung diterima di tempat-tempat impian. Hal ini akibat PPSI melatih seseorang menjadi Super Saiya.

Anak-anak tentu belajar bahwa perbudakan telah dipatahkan di Amerika pada zaman presiden Amerika, Abraham Lincoln. Tetapi, tahukah Anda bahwa saat ini perbudakan terjadi pula, terutama di perusahaan-perusahaan, apalagi jurusan IT. Contoh yang paling miris adalah Sistem Administrator, Programmer, dan lain sebagainya.

Namanya Sys Admin, sudah jadwal kerja tidak jelas, harus bersedia 24x7. Perusahaan pasti marah ketika dia mematikan HP-nya. Apa yang terjadi apabila beliau sedang bulan madu? Di tengah-tengah cinta yang bergelora menuju titik puncak. Lalu, kring.. kring..

Gara-gara itu, mungkin kebanyakan Sys Admin adalah seorang yang Immortal. Just like what the staff of Blizzard in South Park, "how could you kill a man without a life?". Yah, tapi hal tersebut masih belum terdengar miris jika dibandingkan mereka yang menjadi programmer terutama di J***s. Legends said that they were even coding while they were sleeping. Yah, mungkin itu cuma urban legend.



Btw, ini postingan, kok, malah jadi curhat tentang profesi IT? Sebenarnya pengen nulis random thought yang ada di sekitar, terutama yang lucu-lucu. Jadi, gak ada maksud untuk membuat tersinggung apalagi tersungging yang membuat minder akibat sulit membaca dan mempunyai khayalan tingkat tinggi yang memberi sugesti bahwa teman-teman malu bermain dengan dia.

Anyway, salah seorang dari PPSI akan pergi lagi dan saya kali ini sudah agak kebal. Jadi, saya tidak sedih seperti dulu lagi. Walaupun akhir-akhir ini saya merasakan iman yang mulai goyah dan melihat lahan basah yang di depan mata. Akan tetapi, komitmen gw akan dukungan terhadap open source mudah-mudahan bisa gw pegang. That's one of the big reasons why I'm staying on this forsaken land. Cie elah.

Capek memang, kalau selalu mendukung open source. Apalagi, banyakan orang kepala batu dan tanpa melihat prospek langsung menghakimi. Duit bisa dicari, tapi kehidupan yang lebih baik bagi semua orang memerlukan sebuah perjuangan bersama. Jangan egois! Mentang-mentang bisa beli, jadi gak peduliin mereka yang tidak mampu beli sehingga terpaksa membajak.

Aduh, masak udah akhir tahun masih marah-marah. Ganti topik, deh. Sekarang lagi asik kecanduan redmine. Gara-gara, ups, beliau tidak ingin blog-nya dikunjungi. Jadi, gara-gara si X tadi, whose one of the alias is deprecated, kami semua kecanduan. Sekarang kami menggunakannya untuk mendokumentasi. Yah, kita lihat saja kecanduan ini sampai kapan masih berlangsung.



Internet security tahun ini juga menghasilkan sesuatu yang luar biasa: Adu tes antivirus secara terbuka. ClamAV menjadi salah satu jagoan dan secara mengejutkan mengalahkan sebuah perusahaan antivirus. Hehehe.. gw dapet satu jargon: Selling dead donkey.

Never buy one! Tapi, itulah resikonya kalo kita tergantung sama vendor. Gak bisa menentukan arah seenak udel kita sendiri, tanpa dana yang memadai tentunya. Tapi, ada kalanya vendor-vendor yang baik. Contohnya penjual Roadlink. Padahal gw naksir sama sepeda yang mahal, tapi doi blak-blakan bilang it's not for me. Karena sepeda yang gw taksir itu buat off-road. Untung dia bilang begitu. Coba gw beli, bisa gempor gw balik ke rumah orang tua dan akhirnya gw merasa tertipuh membeli sepeda itu. Bisa-bisa gw blog dan maki2 tuh penjual dan seluruh dunia bisa tau. Tapi, kudos lah buat penjual roadlink, puas gw.

Ini bukan ajang promosi atau maki-maki. Yah, gw sebagai salah seorang yang sering maki-maki sering melihat bahwa sesesungguhnya orang yang suka maki-maki dan kritik adalah seorang yang peduli akan apa yang dikritik. Gw sejujurnya gak percaya lagi sama BUMN. Tapi di hati kecil gw, gw mengharapkan adanya perubahan BUMN ke arah yang baik. Bah! :P

?
Terkait dengan postingan Narpati di sini dan di sini, saya sungguh sangat prihatin dengan kondisi ini. Apakah kini hukum itu bisa seenaknya dibuat? Dasar hukum kita sudah jelas dan setiap orang wajib menaatinya. Akan tetapi, sebuah hukum adalah hukum jika dia menjadi suatu aturan yang jelas dan sosialisasi yang benar.

Apa jadinya kalau aparat kita seenak jidatnya menerapkan aturannya sendiri? Apalagi kepala Dishub ini kenapa bisa jadi kepala, sih? Apa, sih, pendidikan terakhirnya? APA DIA TIDAK TAHU KALAU HUKUM ITU TIDAK BISA DIPAKAI BUAT MAIN-MAIN?

Pertama, kata KHL tidak pernah diperkenalkan dalam ujian SIM sebagai Kecuali Hari Libur dan kata itu tidak pernah ada. Kedua, dalam hal pemasangan tersebut, Dishub tidak mengadakan sosialisasi sehingga ada jangka waktunya sebelum polisi menegakkan hukum tersebut. Sosialisasi hukum seperti ini harus berlangsung secara NASIONAL karena melibatkan perubahan perangkat hukum yang berlaku, yakni rambu.

Huh, jadi ingat peraturan 3 menteri yang diskriminatif itu.
There is something that bothers me when it comes in argumentation of religion. The first is about the stand point which some blatant arguers cannot comprehend and just say without ever consider on which stand point. For this type of thing is I can't say nothing but: nevermind. You must build your conclusion from the same ground or it would ended up with circular reasoning.

The second problem is the people whom interpret some of the terms with their own understanding, in which the misunderstanding arise. Now, some of them actually misunderstand about the term because of their overall argumentative. For instance, people would say Christianity is not reasonable. Amusingly, when I got them on discussion some of them would say ended up like saying Christianity is to difficult to comprehend. Of course, some of them also would find another reason to break the code. That's their belief which we don't trespass.

What is a reason anyway?

Some may think that reason is something that you describe to define something. So, everything must be in common sense to be told as a reason.

What is a common sense?

People are just like AI, reading things and stat occurences and study the pattern they encounter. Each pattern must be defined and like the DNA strain, people make labels of the common thing and make it as the default of stuff going on.

Default?

Yes, common sense actually a default set of action that statistically happens of because some series of actions. Now, default doesn't means that it is the only thing away. Ian Malcolm of Jurrasic Park describe it as simple as this:

When a drop of water poured down, it will make a way. Then, after that all of the drops that is dropped in that point would go down with the same path. But, there would be a chance, because of the factor of hairy hand or something else, that make the later drop in the same spot use another path.

We won't go deeper with chaotic math theorem. This would show you that series of previous action would lead with high probability of an occuring of an act. Bear in mind though, high probability doesn't mean that it would lead you into a 100% acurrate. It only lead you into certain feeling of a high percentage of a successful act.

Another thing to describe it is to say that common sense is the way you build your pattern of act and then try to make it general like theorem and apply it into similar act.

So, reason is there to describe what is happening and why it is happen. You could make a reason to be a seed of another reason based on the fact that already happen. And compellingly, it would lead you into acceptance.

But, there are flaw in reason. It define something that defined. Now, how about if something is not defined just like the future. Reason may success to describe anything that exist, but it will fail at certain point where something is undefined.

At the time, faith is what all about.
Love = MSG (Mono Sodium Glutamate)

Have them too much will make you imbecile.

Yup, STUPID without question.
Hari ini negara lagi heboh gara-gara perusahaan Singapura punya saham signifikan (kalo kata orang, saham di atas 9% sudah dianggap termasuk major share holder). Gak tanggung-tanggung, Bo, sekitar 40an%. Bisa kebayang, khan, sejauh mana mereka bisa intervensi, apalagi pemegang saham mayoritas kedua perusahaan adalah orang sok kaya yang gak tahu putar duit [baca:pemerintah].

Imho, sebenarnya sah2 saja, sih, kalo Temasek punya saham di 2 perusahaan tersebut. Apalagi, kedua perusahaan tersebut juga terdapat pemerintah sebagai pemegang saham. Akan tetapi, hal ini sebenarnya melanggar kode etik perdagangan.

Contoh yang paling ngetop, yah, kayak Visa dan MasterCard itu pemegang saham mayoritasnya dulu, tuh, dari satu grup. Langsung, deh, American Express ketar-ketir karena menghadapi koalisi begituan. Makanya keduanya langsung mendapat kecaman undang-undang anti-monopoli.

Nah, sama aja, ini kalo kedua perusahaan tersebut dipegang oleh Temasek, gak usah pikirin pemerintah, pasti kebijakan kedua perusahaan tersebut kayak Visa dan MasterCard yang koalisi di kartu (makanya dulu, tuh, kartu kredit logonya selalu be2, Visa+MasterCard). Trus, kemana, dong, perusahaan yang laen? Secara kedua perusahaan yang dipegang adalah perusahaan yang memegang pasar di Indonesia, maka yang laen ke laut aja. Makanya orang2 pada gerah.

Kacian, deh, Indonesia. Ud harga pulsa di sini mahal, trus gak pernah ada kejelasan tentang bandwith murah.
OMG, I've just found out that 124.81.86.147 which links to foss-id.web.id is expired and cannot be accessed. This is thanks to the PANDI that not know how IMPORTANT the site was and to DEPKOMINFO that not maintained it properly.

What should I do? Should I mad and shouted with anger? Should I start to bash people?

This site is the part of Indonesia's large mirror. It contains two mirror: dl1.foss-id.web.id and dl2.foss-id.web.id which the second provide the better bandwith thanks to Telkom.

For the sake of Indonesian's Open Source Software movement (IGOS), we must put this domain expiration into end. Just do something and don't blame anyone for this!

ARGHH..... *MAD AT NOONE*

:((


UPDATE

IP yang diakses salah, ternyata Pandi mengarahkan domain yang expire ke sebuah halaman statik. Jadi, IP yang bener:

- FOSS-ID web: 202.153.132.114
- FOSS-ID dl1: 202.153.132.115
- FOSS-ID dl2: 125.160.17.22

Ini dari pengurusnya langsung. Hehehe... Jadi, silahkan coba based on IP.
This is a legendary group that inspiring Elvis Presley, The Beatles, and Jimmy Hendrix. They came from Indonesia, Surabaya. :P

One word for them: AWESOME, CRAZY, SIMPLY LEGENDARY.

Just watch the clip and you'll see why

Story:
http://indorock.pmouse.nl/tielmanbrothers1.htm

Contoh maenannya:
http://www.youtube.com/watch?v=YvC2_nsVJv0&feature=related
Brikut ini kisah dari Forum KSL-UI yang diambil dari forum telematika.
--

“Hai nama gue Asal(19), gue adalah
mantan pecandu linux, gue berkenalan dengan linux pada tahun 96, gue
pertama kali nyoba slackware setelah ditawari temen-temen gue, abis itu
gue mulai nyoba redhat dan suse, akhirnya gue kebablasan dan gue mulai
kecanduan suse di awal tahun 1999. Pokoknya hari-hari gue selalu diisi
dengan nyobain suse terus mulai dari install sampai coba-coba bikin
aplikasi web programming, gue mulai ngelupaain dunia sekeliling gue,
ortu, tmn2 dan pelajaran sekolah. Semuanya gue tinggallin demi linux
suse, badan gue menggiggil kedinginan setiap musim hujan, setiap bangun
tidur gue bingung antara mau install suse, makan pagi, bikin aplikasi,
ke sekolah atau minta duit ke nyokap buat beli CD linux suse terbaru,
pokoknya gue tiap pagi selalu dalam keadaan bingung!.

Nggak puas dengan linux suse, gue mulai kenalan dengan namanya kehidupan
malam, diam-diam setiap malam gue pergi ke rumah teman gue yang
mengadakan pesta linux bebas gila-gilaan, disana kita bebas nyobain
linux suse dengan komputer tipe tercanggih dan hardware multi media
lengkap, gue dan temen-temen mulai coba bikin animasi dan
sebagainya pake suse. Bahkan temen-temen gue yang cewe’ tanpa malu-malu
memperlihatkan kecanggihannya bikin aplikasi internet pake software
platform suse, wah canggih deh pokoknya. Sampai akhirnya nyokap gue
curiga melihat kelakuan gue dan pada suatu hari nyokap menggeladah
kamar gue, dan menemukan CD dan komputer gue yang telah terinstall
Linux.

Gue dimarahin abis-abisan sama bokap dan nyokap, Bokap gue sampai ngamuk
berat dan ngancurin semua koleksi CD linux gue. Gue dibawa ke psikiater
trus gue dinasehati macam-macam seperti “dilarang anu, jangan itu,
jangan begini dan sebagainya”, gue juga dibawa ke dokter untuk
diperiksa darah gue apakah mengandung virus atau tidak, setelah
diperika , ternyata benar apa yang gue khawatirkan, ternyata darah gue
berwarna merah bukan berwarna biru seperti yang dibangga-banggakan oleh
keluarga besar gue selama ini, gue harus menerima kenyataan bahwa
ternyata gue bukan keturunan bangsawan. Nyokap dan bokap gue akhirnya
sepakat membawa gue ke rumah sakit ketergantungan linux di daerah
terpencil jawa barat, pada awalnya gue merasa tersiksa banget, nggak
betah oeey, setelah 6 bulan gue digembleng dan dipaksa untuk ambil
sertifikat MCSE dan MCSD dari Microsoft, akhirnya gue sadar sendiri,
bahwa memang selama ini gue salah. gue sekarang sudah tobat dan
berjanji nggak mau janji-janji lagi. demikianlah cerita gue, semoga
bisa diambil hikmahnya”

Hidup ini penuh dengan pilihan ,sebagian adalah
pilihan benar sebagian lagi pilihan salah. Kita BEBAS menentukan arah
hidup kita. Tapi ingat, menyangkut pilihan sistem operasi, hanya ada
dua pilihan, yakni Susah dan Gampang.
Ehehehe... ini sekedar refleksi buat gw.

Pas lagi iseng2 gw sekedar pengen bertukar pikiran dengan seorang temen. Yah, gw sih omongan gw ringan2 aja soal Post-mo [baca:Post Modernism]. Pengen tahu, sih, pandangan dia tentang Agnostiscism dan korelasinya dengan kehidupan perkotaan. Secara, dia itu anak UI dan perasaan ud ikut PDPT pasti ud pernah icip2 filsafat.

Yah, dia malah "I don't wanna talk about it". Trus, yah, namanya gw kalo ud iseng gak ketulungan, langsung aja cari cara buat ngomong, terus dia ngomong dan ternyata dia membicarakan absolutism dari agama dia. Hmm... kayaknya gw salah ajak omong orang, hehehe...

Tapi, hal yang menarik dari orang tersebut adalah bagaimana dia menjunjung tinggi agamanya dan menganggap kebenaran dari agamanya itu sebagai hal yang mutlak. Sesuatu yang secara reflektif juga membuat gw berpikiran, "mungkin gw ini orang yang terlalu berpikiran liberal, yah?" Soalnya, gw menerima pendapat agama laen dan tidak menarik garis kesimpulan atas seseorang.

Hmm.. mungkin gw perlu belajar juga untuk menghargai absolutisme agama Kristen. Berhubung ini lagi desember, mungkin gw perlu juga membuat entri2 blog tentang kekristenan. Agaknya pikiran gw akhir-akhir ini terlalu liberal. Huehehe...