Ouch, they made us, Computer Science graduate-wanna-be as a 2nd class citizens.

Why on earth ....
We already in a line, but they told us to step back. What kind of attitude is that?

But, as the word says: Justice prevail!

We have our photograph taken with our dean. We also have a glance to do insane things like:
1. Take picture with all of other faculty sign.
2. Create a riot.
3. Have our picture taken exclusively.

Man, if in life we feel like injustice broad upon us. Just don't take it hard, have it easy and feel grateful. For there is something even better is in front of us.

Life is a path full of fog, anywhere you go is the same.
My church just finished their Grand Meeting (Musyawarah Besar/Mubes). It ended with a ...
Ah males gw latihan bahasa Inggris.



Tadi pagi ngadain ibadah raya dengan gw sebagai Keyboardist. Ibadah tadi pagi itu selain dihadiri oleh Gembala Sidang, Pendeta, dan pelayan lainnya dari seluruh Indonesia, dihadiri pula oleh gereja cabang dari Jabodetabek. Fyi, gereja gw, walaupun kecil dan terkesan seperti rumah, adalah gereja pusat yang punya cabang cukup banyak dari Sumatera Utara hingga ke Papua dan Irian Barat (gw gag tau mana yang paling barat...).

Anyway, gw cukup terkejut dengan animo yang ada ketika pujian dilagukan. Betapa semangat jemaat membuat gw berapi-api. Man, it was ages ago when I've got this feeling. Sungguh, kebaktian tadi beda banget. Gw ngerasa banget sukacita dan kekuatan spiritualnya.

Gimana gag semangat, bayangin aja, seorang gembala sidang yang ud usia 60an masih mau menari dan bersemangat. Apalagi kita yang masih muda, tengsin abis kalo kalah semangat! Hehehe...

Fyi, gereja gw adalah aliran Pentakosta, kalo elo2 suka nonton film yang ada gereja orang kulit hitam, pake full band trus nari dan nyanyi dengan improvisasi, well, kayak gitu deh (minus paduan suara dan suara tinggi melengking kayak Mariah Carey).

Kalo gw pikir, memang mereka itu hebat sekali, yah. Mau ke pedalaman dan hidup oleh karena iman. Aje gile kalo gw musti hidup kayak mereka. Dengan modal iman, mereka masuki pedalaman Papua. Dengan segala harta mereka, mereka menginvestasikannya untuk gereja mereka. Mereka bisa hidup dari iman, sedangkan gw.... Masih protes dengan lemotnya hubungan internet di luar kampus?

Ah, kalo gw liat, emang pemuda di kota lebih individualistis. Karena keadaan lingkungan yang memaksa mereka. Gw liat, suatu tindakan iman ketika gembala gw memberi cincin emas hadiahnya untuk gereja di Sumatera yang telah lama berdiri tanpa tembok sekelilingnya dan gw tanpa hati ngeliat gelandangan yang seliweran tiap hari di kereta.

Man, emang, sih. Mereka hidup kecukupan. Rumah mereka di Garut lebih megah dari rumah gw di Jakarta. Gembel-gembel itu memang punya sindikat dan mereka memiliki motif yang aneh-aneh. Sekalipun demikian, mengapa gw menghakimi mereka dan mengatakan mereka tidak perlu dikasihani?

Ah, ketika dulu masih semester awal, gw melihat mereka sebagai artis-artis jalanan yang bergaya bak seorang cacat. Tetapi, waktu itu gw tahu bahwa mereka memang cacat. Mungkin secara fisik mereka tidak cacat, tetapi hati mereka. Atau, setidaknya hargailah mereka yang telah rela membuang harga dirinya untuk mencari nafkah melalui belas kasihan.

Dulu gw berpikir, kalo emang mereka hanya bisa mengemis dan, oleh kedangkalan pikiran mereka, mereka menjadi cacat (disable) dalam mencari pencaharian hidup, mengapa tidak kita kasihi mereka? Tidakkah mereka membuat kita dapat berpraktek untuk saling mengasihi?

Saling mengasihi? Hmm... Inilah ajaran inti dari Kristen. Tapi, aje gile susah abis, yah. Kalo ada yang ini, ud lama dunia hidup dalam kedamaian dan Bush tidak perlu mengirimkan pasukan ke Timur Tengah dan CIA tidak perlu merekrut agen ganda macam Osama Bin Laden yang akhirnya beneran jadi agen ganda dan tidak perlu ada 9/11 dan tidak ada Rasisme dan pemikiran dangkal.

Duh, gimana, sih, pendeta-pendeta itu bisa bertahan dalam kesempurnaan iman itu? Gimana cara mereka bisa sabar menghadapi sewaktu2 di jam 2 subuh diketok-ketok rumahnya dan dipanggil oleh Jemaat yang membutuhkan padahal mereka baru saja beristirahat.

Hal yang mengagumkan adalah pemikiran seorang Pendeta Senior dari Papua. Dia mau meletakkan jabatannya dan menyerahkannya kepada yang lebih muda. Lebih dari itu, dia mau menerima keputusan dari rekannya yang jauh lebih muda. Dalam pemikirannya adalah lebih penting ladang Kristus terjadi peremajaan pelayan agar terjadi kesinambungan dalam pelayananan..

Duh, bandingkan dengan pemimpin kita dari zaman Soekarno sampai saat ini, yang nyaris semuanya diturunkan dengan Coup de' etat. Pantes aja gag ada yang beres kebijakan nasional jangka panjang di negara ini. Yee.. malah ngomongin politik lagi.

Sudahlah, bangsa ini memang sudah bobrok dan menuju kehancurannya. Tapi, di sinilah tantangan gw sebagai orang Kristen untuk membuat perbedaan. Bisakah gw melakukan Kristenisasi di dalam Indonesia? OK, buat orang yang pikirannya bokep, Kristenisasi bukanlah kegiatan untuk membuat orang lain berpindah agama menjadi Kristen, tetapi pola hidup yang gw lakukan adalah sesuai dengan iman Kristiani.

Pola iman Kristiani?

1. Lakukanlah sesuatu seakan-akan untuk Tuhan. Orang Kristen diajar untuk totalitas untuk melakukan sesuatu. Misalnya, gw harus total dalam mengerjakan proyek Open Source walaupun itu tidak menguntungkan untuk gw. Mak, gw ud bosen dibuat patah arang sama orang2 yang bukannya mendukung tetapi malah menjatuhkan mental orang. Pikiran gw ud mulai komersil, gw pengen cepet2 cari kerja dan lupakan saja bangsa ini. Bangsa ini gag perlu hukum yang ditegakkan. Bangsa ini tidak perlu harga diri. Bangsa ini butuh duit doang. Ah, tapi, sekali lagi.... Gw mulai berpikir ulang dan gw coba buat berpikir idealis lagi (termasuk dalam mencari lapangan pekerjaan).

2. Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Balaslah kejahatan dengan kebaikan. Saling mengampuni seorang akan yang lain. MENGAMPUNI? MINTA MAAF? Terkadang, ego gw emang menghalangi hal tersebut. Tetapi, Tuhan mengajar dan memberi kekuatan untuk itu.

Pola hidup Kristiani?

Gw bukan orang suci. Tetapi, Mubes kemaren telah menghadirkan orang2 yang telah hidup bertahun-tahun dengan iman dan terpelihara. Mereka dengan teguh mempertahankan idealisme mereka di tengah bangsa yang korup. Adalah menjadi hal yang tak berdasar jika seseorang kehilangan nuraninya dan menjadi takut akan masa depan.

Sekali lagi, ada satu pertanyaan di hati ini yang kembali muncul. Dalam iman Kristen, keselamatan adalah suatu anugerah dan bukan merupakan hasil perbuatan. Artinya, orang cukup percaya kepada Kristus maka ia selamat. May think this:

"Apakah kamu percaya Tuhan?"

Kalo gw, gw jawab: Ya.

Lalu kemudian, ada masa depan yang terbentang di depan. Ada "fog of war" di mana kita bertempur melawan musuh2 yang tidak diketahui melewati daerah-daerah yang masih tak terjamah. Ke manakah aku harus melangkah?

Lalu kemudian, Tuhan berkata bahwa Dia menjamin hidup kita. Melalui inspirasinya, Raja Daud dalam Mazmurnya bersaksi: "Belum pernah selama hidupku kulihat anak cucu orang benar hidup meminta-minta"

Tuhan sudah berkata bahwa percayakan hidup kepada penyertaan-Nya. Kita cukup hidup dari Firman-Nya. Tidak korupsi, tidak pelit, tidak membenci orang lain (walaupun tidak seiman dan menyebalkan), dan tidak kuatir. Memang kita bisa kuatir, tetapi kita tidak hidup dari kekuatiran itu.

Tuhan memerintahkan untuk bekerja dengan totalitas. Ia berfirman bahwa Ia sendiri yang akan memperhatikan kehidupan kita. Burung Pipit ia pelihara, bunga Bakung liar di padang ia dandani melebihi pakaian megah Salomo/Sulaiman. Ia ingin agar secara total kita berbuat kebaikan walaupun tampaknya hal tersebut seakan-akan membuat kita rugi. Dunia menjadi membenci kita oleh kebaikan yang kita lakukan.

Bayangkan jika elo satu2nya yang di kantor kagak korupsi. Bayangkan elo adalah auditor yang bekerja tanpa standar laporan ganda. Bayangkan kalo elo adalah seorang aktivis yang rumahnya sering dilempari batu oleh orang yang tidak dikenal. Bayangkan elo adalah seorang Jaksa yang ke kantor naek Busway. Bayangkan elo adalah seorang sistem analis, seorang manajer proyek yang tidak menggembungkan nilai proyek, yang mau underpaid untuk sesuatu yang besar.

Tuhan menyertai orang-orang seperti ini. Tuhan memberkati mereka dan Tuhan mau kita berjuang untuk menjadi salah satu dari mereka. Hidup jujur, bersahaja, dan berbakti pada masyarakat. Tuhan memerintahkan kita untuk menjadi berkat, terang, dan garam dunia.

Lalu, pertanyaan ini kembali dipertanyakan:

"Apakah kamu percaya Tuhan?"

Kali ini, gw mikir lama. Walaupun jawaban tetap sama, tetapi kali ini ada syarat yang gw ajukan. Gw minta dispensasi sama Tuhan. Gw bukan seorang suci. Gw bukan salah satu dari gembala sidang itu. Gw bukan seperti mereka yang, oleh iman mereka, mampu menyembuhkan orang sakit keras melalui doa. Gw masih muda dan gw orang yang masih dibatasi oleh rasio gw yang terbatas. Rasio yang hanya memikirkan variabel-variabel yang tampak dan mengabaikan variabel-variabel lain yang mungkin secara signifikan menentukan arah hidup keberhasilan seorang.

Ah, gw jadi ingat. Gaya yang menggerakkan suatu balok ato benda bukanlah suatu gaya tetapi resultan gaya.

Hidup penuh variabel. Tuhan mengklaim bahwa Ia kendalikan semua variabel tersebut. Masihkan gw percaya kepada-Nya?
Acara ini seharusnya menampilkan anak-anak malang yang "berhasil" masuk Fasilkom.
When you're tired of yourself, sometimes you just wants to fall down. But, there is something that keeps you alive. Awaiting there at the last stop.
The most common question yet no FAQ exists.
When I watched Oprah, there was a show when a devoted Christian must lived within Islamic community about 30 days. He lives at a devoted Moslem. One of the impresive conversation:

Moslem host: "Tell me 5 Moslems that you know."
Christian: "Osama bin Laden, Saddam Husein ..."
Moslem host: "Oh my God, we are terrorists. How 'bout Mohammed Ali and Hakeem Ola.."

You know what starts all the problems in the world? Misunderstanding!

Yes, the misinterpretation of people is the cause of wars!

Many Americans think that Christians and Non-Christians are not terrorist, but Moslems are.
Many Middle Eastern think that Israel is Dajal and American is Satan.
Many Israelis think that no one like Hitler will ever crushed them if they have their own homeland.

Why they think so?

AMERICAN SIDE:
Many Americans that never in touch with Moslems are shocked when the 9/11 occured. They think Islam is the next Anti Christ after the fallen of Communist. This religion is the most barbaric and sadistic that killed thousands of people and felt they would went to heaven by doing so. Their God is evil for they seeked only blood and hatred.

American politicians analysed that Dictatorship that many of Middle East countries are behind this. The poverty of commoners in the middle east leads people into radicalism. That's why, we American need to implement democracy so that people can have voice and better lives. To prevent another 9/11, we need to 'warn' mid east countries. They mustn't have any weapons that can endanger us and have the weapons fallen into the wrong person.

MIDDLE EASTERN SIDE:
Israel is going to ruin our legacy here in Jerusalem. They wants to destroy one of our sacred mosque. Look, they have kill our brothers and sisters. They with their tanks and bombs armed against our civilians. Many of our brothers and sisters killed. Don't let them massacre our children.

America and their allies against us. They support Israel to slaughter our children. They are also sinfull. Their act behind Israel slaughtery is evil. Those countries must be stop or no Moslem will ever walked in this earth. They have nukes and massive weapons.

To some factions, America is behind all the tyrans in the Middle East. They also supporting them with weapons and forces us quenched with the blood of our brother and sister. What they want is oil. Cursed them!

ISRAELI SIDE:
We are thrown out from our house many centuries ago. In captivity, we are also forced by the Nazi to have the same faith as our father. Worse, we are killed and died unrespectfully. They hunted us like animals. Now, we have returned home. We have our lands paid it with blood. No more wild dreams haunted us with tragedies.

We are not welcome by our neighbours. We must defend ourselves and never let us wiped. Those factions of our neighbour is irritating. They do not admit us as a country. They even occasionally terrorize our soil with suicide bombs and car bombing. Now, they have come too far. They have attacked our posts and kidnapping our mans. Next, they would possibly do more harmful. So, why not bite them harder than they bite. ATTAAAACK...!
---

From my point of view, three of them must attend the show. They must communicate each other and stop any revenge. Peace will never there if everyone not ceased to revenge and forgive each other. When people have revenge, they attacked the other. Unluckly, the other is living with other side who knows nothing. And you know the rest of the story.

By communicating each other, however, any further incidents wouldn't exist. The information given to each side is making them understand each other. Any third party that wants to have benefits from the war will have hard time to do so.

Later at the Oprah, the Christian is given a task to have autographs to help Moslem community. My favourite is this conversation:

Christian: "Would you like to sign ..." [I forget the line]
Commoner: "No. Christians and Non Christians are not terrorist, but Moslem are."
Christian: "Sir, do you know Oklahoma. Who bombs the FBI?"

Well, the conversation is something like that. The interesting part is when the Christian defends the Moslem community and tries to tell the person that not all Moslem like the 9/11.

You see, when people are communicating and representated with the facts, their ill thought will be gone and peace will unceased.
Tadinya cuma ini:

Your Blogging Type is Pensive and Philosophical

You blog like no one else is reading...
You tend to use your blog to explore ideas - often in long winded prose.
Easy going and flexible, you tend to befriend other bloggers easily.
But if they disagree with once too much, you'll pull them from your blogroll!


Trus coba wacky fortune cookies:

Your Fortune Is

It's ok to let a fool kiss you, but don't let a kiss fool you.


Tambah edan, gw juga coba ini:

Your Kissing Purity Score: 77% Pure

You've hardly ever been kissed

But the kisses you've given are very missed


Ha..5x keren abizz, gw jadi pengen nyoba 5 tes ini:

Your Five Variable Love Profile

Propensity for Monogamy:

Your propensity for monogamy is medium.
In general, you prefer to have only one love interest.
But it's hard for you to stay devoted for too long!
There's too much eye candy to keep you from wandering.

Experience Level:

Your experience level is low.
You've probably either had only one relationship..
Or all of your relationships have been very similar.
You still have a lot to learn... and a lot to try!

Dominance:

Your dominance is low.
This doesn't mean you're a doormat, just balanced.
You know a relationship is not about getting your way.
And you love to give your sweetie a lot of freedom.

Cynicism:

Your cynicism is low.
You are an eternal optimist when it comes to love and romance.
No matter how many times you've been hurt - you're never bitter.
You believe in one true love, your perfect soulmate.
And if you haven't found true love yet, you know you will soon.

Independence:

Your independence is medium.
In relationships, you need both "me time" and "we time."
You usually find it easy to be part of a couple.
But occasionally you start to feel a little smothered.


Ah, ud, deh, terakhir di sini:

You Have a Phlegmatic Temperament

Mild mannered and laid back, you take life at a slow pace.
You are very consistent - both in emotions and actions.
You tend to absorb set backs easily. You are cool and collected.

It is difficult to offend you. You can remain composed and unemotional.
You are a great friend and lover. You don't demand much of others.
While you are quiet, you have a subtle wit that your friends know well.

At your worst, you are lazy and unwilling to work at anything.
You often get stuck in a rut, without aspirations or dreams.
You can get too dependent on others, setting yourself up for abandonment.


Duh, kapok gw.... apalagi paragraf terakhir.... Ah, tes yang terakhir ini palsu.... Irrelevant! (Self-denying) -_-'

(duh gw harusnya cari kerja, ada yang nawarin kerja ke gw?)
What is faster than a speeding bullet?
-- My heartbeat when with you.

What is the most devastating in history?
-- When you are here not noticing me.

What is more beautiful than the rainbow?
-- Your dancing eye glare.

What is sharper than a Samurai?
-- When your eye stares at me, cuts through my heart.

What is the most terrified event in the world?
-- When I want to talk with you.

What is my existance?
-- It's decided by you.

I'm affraid to talk with you. I'm affraid my talk is so imperfect that it could ruin everything.

I'm affraid to be with you. Coz, it hurts when you have to go.

I'm affraid to say I love you. Coz, it costs me a life to say so.

I need you.
------------


Kalimat2 iseng di atas didedikasikan kepada orang2 yang sedang pdkt di sekitar gw. How does it feels?

Ganbatte, B***o!!!
What merit comes to adolescene?

I felt nothing much nothing less.
Everybody have somthing to fight for.

It's the reason to believe.

It's the reason to exist.

It's the thing that keep a person full.

It's the thing that shielding mind from the world...

from any harsh...

from any pain sufferred...

from any anxiety....

It's there to wait another dawn coming from the darkest cold night.

It's there to those whom spirits fade

It's there to those in the battlefield called life.

May it be Y O U.