-----BEGIN PGP SIGNED MESSAGE-----
Hash: SHA1

Aje gile, hari ini gue masuk ke ruangan legendary PA. Gue ngomong sebentar sama dia tentang beberapa hal. Beberapa menit kemudian gue udah di luar dengan tanda tangan di kerangka acuan gue. Gue berjalan di lorong dengan terbengong-bengong dan gak ngerti apa yang terjadi.

Gue gak percaya ini, tapi ini benar-benar mengejutkan. Ah, gue ingat! Tadi pas gue mau masuk, gue berdoa dulu. Ini kali kunci sukses gue! Ha..ha..ha.. gue kayaknya lagi dikerjain sama Tuhan... :)

Makanya, laen kali kalo ngelakuin sesuatu, jangan lupa berdoa dulu.

-----BEGIN PGP SIGNATURE-----
Version: GnuPG v1.4.1 (GNU/Linux)

iD8DBQFC6JNOB8/qHi6Ah8wRAgHOAJoC/KySprASJjTuLFyLeeCwuoVLWwCgvNSU
8BukCqhzHw7xgw3Xzz0r850=
=lX//
-----END PGP SIGNATURE-----
-----BEGIN PGP SIGNED MESSAGE-----
Hash: SHA1

Mulanya gue gak ada kerjaan, mulanya gue bosan maen Battle Mage dan pengen cari variasi.

Mulanya gue cuma isenk. Gue cuma pengen ngilangin stres bikin Kerangka Acuan buat Legendary PA setuju.

Gue kehilangan pegangan, gue jadi mudah terpengaruh. Ah, ini bukan sesuatu yang biasa gue lakukan.

Gue .. gue .. apa yang terjadi sama gue? Kok, hal ini malah jadi kebiasaan? Argh! gue gak suka ini....

Gue cuma coba-coba, kok, malah jadi serius....

Ketika gue udah mulai bosan, tiba-tiba ada saja yang membuat gue jadi penasaran dan terus melakukan lagi. Padahal, gue bertekad mau lepas dari hal ini.

Gue harus lepas dari kecanduan ini. Sulit rasanya lepas dari ...

NONTON DRAMA SERI KORSEL DI INDOSIAR JAM 5 SORE ....

-----BEGIN PGP SIGNATURE-----
Version: GnuPG v1.4.1 (GNU/Linux)

iD8DBQFC5y/5B8/qHi6Ah8wRAuSgAJ9d1FvBsqzuePia62RiWohKim5hfgCdGCmv
eDWBzHynrzH9+yWvo7qIKmg=
=m/vO
-----END PGP SIGNATURE-----
-----BEGIN PGP SIGNED MESSAGE-----
Hash: SHA1

TODO:
~ Urus KP, bikin kerangka acuan
~ Urus DebConf:
~~ Buat rancangan syarat2 kompetisi
~~ Rembukin bareng Jeab dan dipublish supaya bisa jadi Agustus.
~ Urus Komputer:
~~ Benerin printer
~~ Beresin gnome 2.8 di LFS
~~ Ray Tracing pake POV-Ray
~~ Ray Tracing pake Radiance Server
~ Urus Penelitian:
~~ Bikin laporan hasil percobaan Xinerama
~~ Percobaan Tahap II: Login berbeda di tiap Monitor
~~ Optimasi X supaya support more resolutions

DONE:
~ Maen Winning Eleven 7 sampe jam 3 pagi pake Arsenal.
~ Namatin Battle Mages sampe lupa ke kampus dan dimarahin bokap.

*SIGH*

Ya, Tuhan, kapan gue bisa serius? Pasti semester
depan gue asli serius! OSH!
SERIUS!!! SERIUS!! SERIUS!!!??????.

G B U
J P

-----BEGIN PGP SIGNATURE-----
Version: GnuPG v1.4.1 (GNU/Linux)

iD8DBQFC31OhB8/qHi6Ah8wRAovuAKCjjL4JFFOFOBSlIHKN0Gpq2WzJTACePjZR
l/E8vrHNIFoMMpDy8TCls0o=
=cPFc
-----END PGP SIGNATURE-----
-----BEGIN PGP SIGNED MESSAGE-----
Hash: SHA1

Ketika gue, eka, dan direz sebagai wakil debconf ikut igos, gue dapat ilmu baru. Gue ketemu master-master dan ketemu sebuah solusi warnet berbasis linux yang hebat:

1 CPU + 1 PS/2 Keyboard + 1 PS/2 Mouse + 3 USB Keyboard + 3 USB Mouse + 1 AGP VGA Card + 3 PCI VGA Card + 4 Monitor + 1 GNU/Linux = 4 Internet Client.

Ketika gue tanya, mereka menggunakan solusi Backstreet Ruby. (Cari sendiri di google). Selain itu, mereka juga mengatakan ada solusi alternatif yang digunakan ubuntu, yaitu Multiseat.

Gue ajak Eka, terus langsung, deh, ngoprek di LAB OS. Ketika ngoprek, kami cuma bisa dapat 2 Monitor+VGA, tanpa USB. Well, akhirnya kita nyoba yang awal aja: Multihead, yang telah disupport X11 secara asli (no patch required).

Yang gue dapat dari hasil percobaan:

    • PCI Card itu dipasang selain di PCI PORT 0 dan PORT 4. PCI Port 0 (port pci pertama) disharing dengan AGP BUS, sehingga PCI VGA Card gak kedetect (bentrok). PCI Port 4 (ato yang terakhir) itu sharing sama port ISA.


      Jangan pernah memindahkan kartu Ethernet, soalnya dia udah pw di PCI 3, dia gak ke deteksi di lain hati eh.. port.


      Multihead itu menggunakan resolusi tertinggi yang didukung oleh VGA card yang paling cupu. Jadi, AGP VGA card ngalah cuma dukung resolusi 640x480 karena si PCI VGA Card cuma bisa sampe segitu.


      Cara mengkonfigurasi X agar mendukung multihead gampang abis, cukup ketik: (as root or sudo)

      # X -configure

      lalu nanti file konfigurasinya akan muncul sendiri yaitu XF86Config-4.new atau xorg.conf.new (tergantung versi X loe). Nah, loe tinggal copy ke /etc/X11 (jangan lupa dibackup dulu berkas yang ada di /etc/X11).

      # cp /etc/X11/XF86Config-4 /etc/X11/XF86Config-4.backupLaYaw
      # cp XF86Config.new /etc/X11/XF86Config-4

      Terakhir, restart X.



  • Eh, kok, cuma satu yang kepake? Ternyata, setelah bertapa lagi, gue cuma harus menambah baris ini di XF86Config-4:


    Section "ServerFlags"
    Option "Xinerama" "TRUE"
    EndSection


    Buaha.. ha.. ha.. jadilah ini:




    Laen kali, jangan menyerah dulu, coba,deh, terkadang jawaban udah di depan mata tapi kita udah keburu nyerah. *SIGH*

    -----BEGIN PGP SIGNATURE-----
    Version: GnuPG v1.4.1 (GNU/Linux)

    iD8DBQFC21b8B8/qHi6Ah8wRAjbEAJ0Uq9G4c+swrLupmJVXbOmJ9TZW9QCfe03P
    G1Ue2h2KeceHb5CRKcKTweY=
    =Zw69
    -----END PGP SIGNATURE-----
    -----BEGIN PGP SIGNED MESSAGE-----
    Hash: SHA1

    Hello people, gue mau nunjukkin hasil karya gue yang cukup baiklah. 3 hari berturut-turut, gue di rumah dan mencoba software blender. Gue mau buktiin bahwa open software bisa menghasilkan sesuatu yang keren. Ini hasil gambar gue.

    Gambar #1: Dolphin lover


    Ini gambar pertama gue yang gue bikin sendiri pake blender. Ini dikerjakan dari Tutorial 3 di tutorial resmi yang ada di situs Blender3d.org. Gue sekalian ngetes mirror effect, dengan menambah effect fresnel dan mirror di tubuh lumba-lumbanya. Cukup lucu, tadinya gue mau nyoba tambahin heart, jadi kedua lumba-lumba fantasi ini berenang di lautan cinta (HUEKSS, jijik banget!!!).

    Terus, yang kedua ini gue lagi ngetes efek kaustik (Caustic Effect). Menurut gue, sih, gak begitu bagus, tapi it worth to posted since it's my first experiment using caustic effect. I rendered it using Blender + Yafray as raytracer.

    Gambar #2: Heart


    Gue coba juga eksperimen menggunakan tekstur dan kaustik. Lagi-lagi hasilnya gak bagus, tetapi gue punya ide dari sini, nih.

    Gambar #3: Shattered Heart


    Shattered heart emang hasil karya yang cukup menginspirasi. Konsep dari shattered heart ini adalah tentang hati yang menjadi luka dan rusak akibat dari rusaknya kepercayaan yang diberikan. Hati orang ini jatuh ke dasar dan terlihat luka-luka yang ada di hati. Cukup artistik, walau gambarnya juga gak begitu bagus. Menurut gue, dasarnya masih terlalu terang dan kurang berbatu. Once again, it's a newbie creation. Tetapi, setelah gue pikir-pikir, judulnya seharusnya sesuatu tentang hati yang telah mati. Eh, iya, kalo gitu judulnya ganti jadi: Dead Heart.

    Setelah lama bereksperimen, gue sebenarnya berhasil menghasilkan suatu hasil karya yang bagus, yang gue kasih nama Black Heart. Tetapi, sayangnya itu file gue taruh di /tmp. Bokap gue marah-marah gara-gara gue begadang (kurang tidur) dan dari pagi sampe hampir pagi di depan komputer make blender. Jadi, gue terpaksa shutdown dan gue lupa ngesave. Mungkin, memang twisted heart itu tidak baik. :-P

    Nah, gue coba-coba efek kaustik dari tutorial yang ada dari seseorang di RealFX menggunakan Yafray. Gue bikin di Blender + Yafray. Lagi-lagi efek kaustik gagal, tetapi efek gelas (glass effect) cukup memuaskan. Ini nih:

    Gambar #3 : Precious Name


    Tadinya gue pengen bikin efek permata, tetapi kalo kaya berlian, nama berharga itu gak keliatan. Terpaksa, deh, gue kurangin mesh-nya. Ini gue bikin pake 2 sun light, 1 spot light, 1 area light, dan 1 photon light.

    Di sini gue baru sadar kalo ternyata render bisa dilakukan dengan multithread. Gue menggunakan jumlah maksimal 8 thread di sini. Yang mengejutkan, gue tetap bisa dengerin lagu sambil buka Opera 8 baca-baca tutorial dan tetap responsif. Kayaknya thread yang digunakan adalah OpenGL thread yang cuma bisa 8 thread. Pantesan kompie gue masih responsif abis. LINUX ROCKS!!!

    Nah, inilah dia karya terakhir gue:

    Gambar #4 : Who's heart is this?


    Konsep dari gambar ini adalah tentang suatu hati yang kembali ditemukan di sebuah gudang tua di antara tumpukan barang. Hati itu telah lama ditaruh di sana, sepertinya pemiliknya tidak lagi memperhatikan hatinya. Gambar di atas menggunakan 1 area light dan sengaja memanfaatkan emmitence.

    Efek yang tadinya gue mau tambahin adalah kotoran (dengan menggunakan tekstur noise dan beberapa plain bantuan). Lalu, gue juga mau ngurangin emmitence dari tiap benda. lalu, gue juga mau tambahin efek cahaya matahari yang masuk lewat suatu lubang. Terus, surroundingnya mau gue persuram.

    Tetapi, kembali bokap masuk ke kamar dan beri peringatan. Well, he's right, I must stop! Wuah, gak nyangka, gue ternyata capek banget. But, it's really fun! Akhirnya gue bisa bangun pagi di atas jam 8, horee, gue bisa tidur kaya kebo.

    Dari sini, gue cuma mau nunjukkin, open software bukanlah sampah eksperimen. They can be used as powerful tools. Mari rame-rame menggunakan open source!

    TODO: Blender + PovRAY (using PovANIM)

    Software:
    Blender 2.37a
    Yafray 0.0.7 (CVS-06-08-2005) --> build on LFS GCC 3.4.2 using SCons

    Setiap gambar di-raytracing dengan resolusi 800x600


    G B U
    J P


    -----BEGIN PGP SIGNATURE-----
    Version: GnuPG v1.4.1 (GNU/Linux)

    iD8DBQFC0jw4B8/qHi6Ah8wRAmlQAJ9po4/ASA4A7KK2e91k3IimEAh+1QCfUqQ2
    0e8xGxr/c04+alCYxZhc1G0=
    =clHW
    -----END PGP SIGNATURE-----
    -----BEGIN PGP SIGNED MESSAGE-----
    Hash: SHA1

    Ada 2 cara mount di linux:

    Cara #1 manual:
    - buat direktori yang dibutuhkan di direktori /mnt, misalnya:
    # mkdir /mnt/winApaKek
    # mkdir /mnt/laguKu
    # mkdir /mnt/my\ document

    untuk standar FHS, semua partisi dimount di /mnt. If u are a porn star,
    you could try other directory. Di *NIX itu semua adalah berkas, gak
    peduli loe mau taruh di mana.

    - Anda mungkin tidak tahu partisi windows Anda, Anda bisa coba-coba
    lihat dulu isi partisi tersebut sebelum di tambah ke fstab. FYI,
    partisi C:\ itu biasanya sebagai primary partition. Jadi, nodenya
    ada di /dev/hda1. Btw,

    *hd* berarti node itu adalah sebuah harddrive ide. *sd* untuk scsi,
    biasanya usb diemulasi sebagai scsi, makanya usb drive ada di node
    sd*.

    *a* berarti hd yang pertama, master ide0. *b* adalah hd slave
    untuk ide0. *c* adalah master ide1, *d* adalah hd slave ide1. Itu
    sebabnya harddisk Anda ada di /dev/hda, dan cdrom Anda ada di /dev/hdd

    Angka node 1 s.d. 4 itu digunakan untuk primary partition (MSDOS hanya
    mendukung 4 primary partition), sedangkan angka 5 dan seterusnya
    digunakan untuk logical drive yang ada di extended partition.

    Biasanya, jika seseorang mempartisi harddisknya, hanya satu primary
    saja yang dibuat (yaitu C:\), kemudian satu extended yang dibuat logical
    drive-nya dibuat banyak. Jadi, kemungkinan drive D:\, E:\, F:\, dan
    seterusnya ada di node hda5, hda6, hda7, dst.

    Coba Anda mount sembarang drive, misalnya /dev/hda5:
    # su mount /dev/hda5 /mnt/winApaKek
    [Masukkan password Anda]

    lalu lihat isinya:
    # ls -al /mnt/winApaKek

    Kalau sudah benar, silahkan Anda catat. Kalau bukan yang Anda harapkan,
    silahkan Anda unmount drive tersebut dan coba drive lainnya:
    # su umount /mnt/winApaKek

    - Agar partisi tersebut selanjutnya otomatis dimount, tambahkan ke fstab:
    # su gedit /etc/fstab atau coba # su vi /etc/fstab

    tambahkan drive windows Anda, misalkan:

    /dev/hda5 /mnt/winApaKek vfat users,auto 0 0

    kalau mau tahu apa format fstab, silahkan man fstab. vfat artinya fat32.
    Ganti dengan ntfs jika hd Anda berformat NTFS, tetapi NTFS tidak bisa
    ditulis, hanya bisa dibaca saja.

    Cara #2 Otomatis:

    Klik ikon Computer di desktop lalu klik drive yang hendak di mount, secara otomatis
    drive tersebut akan dimount oleh sistem dan jendela browser terbuka. Untuk tampilan
    browser yang lebih baik, klik kanan drive yang hendak dimount, dan klik browse. ;P


    -----BEGIN PGP SIGNATURE-----
    Version: GnuPG v1.4.1 (GNU/Linux)

    iD8DBQFCy3ujB8/qHi6Ah8wRAgUMAJ0f12PZApdp10I3nAKXWKutQzPntACglbKf
    BVL2eRrF6F4vgd4cU+c2Xa4=
    =Ias+
    -----END PGP SIGNATURE-----
    -----BEGIN PGP SIGNED MESSAGE-----
    Hash: SHA1

    Manusia sebenarnya tidak memiliki kebutuhan yang tak terbatas. Kebutuhan manusia hanya satu: eksistensi. Coba pikir:

    1. Manusia makan untuk mempertahankan eksistensi.

    2. Manusia kuatir akan keamanan karena eksistensi dapat terganggu.

    3. Manusia takut mati karena takut eksistensinya.

    4. Manusia beragama karena ingin meyakini eksistensinya dijamin oleh eksistensi yang lebih tinggi.

    5. Manusia mencari kepuasan untuk mendefinisikan eksistensinya.

    6. Manusia mencari manusia lain untuk memahami eksistensinya.

    7. Manusia berfilsafat untuk mencari pelarian untuk eksistensinya.



    Lalu apa yang kamu cari untuk eksistensimu?
    Kekayaan, yang telah merusak banyak keluarga?
    Kehormatan, yang telah merusak banyak persahabatan?
    Prestasi, yang telah merusak waktu yang berharga?

    Kebahagiaan, jawabku, kebahagiaan yang ingin kucari! Bukan kekayaan, bukan kehormatan, bukan prestasi. Hmm... apa yang harus kulakukan?

    Selamat, Anda baru saja masuk ke dalam pertanyaan yang diajukan oleh banyak orang. Happiness is the key to your existence. Happiness is what you're missing for.

    Oh, gitu. Terus?

    Yah, keep searchin'.

    -----BEGIN PGP SIGNATURE-----
    Version: GnuPG v1.4.1 (GNU/Linux)

    iD8DBQFCyOIHB8/qHi6Ah8wRAivUAKDC8a3GkuhGsr2Yvb0vn6iWt/EoHACeL1B9
    fxVg8srl9po+vmPLWuru59g=
    =IIsB
    -----END PGP SIGNATURE-----
    -----BEGIN PGP SIGNED MESSAGE-----
    Hash: SHA1

    Kemarin, ada kecelakaan kereta di stasiun Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Hmm, gue sebenarnya udah ada firasat jelek soal ini. Pas gue berangkat ke kampus, gue sempet liat yang ditabrak berhenti di stasiun Pasar Minggu. Gue agak khawatir dengan firasat gue, soalnya, liat kereta berhenti di jalur 3, bukan di jalur 4 itu bukan kali ini saja. Tetapi, kali ini gue firasat gue aneh. Well, kejadian juga.
    Soal KP, gue gak perlu kuatir, soalnya di PPSI UI lagi pengen bikin SI yang banyak. Tapi, gue pengennya, sih, kerja di luar aja. Sekalian cari pengalaman gitu, deh. Sekali lagi, tapi, gue agak kagok (lebih tepatnya gak PD) buat menelepon orang yang gak gue kenal (ato bakal gue kenal).

    Gue juga gak suka bicara lama-lama di telepon. Soalnya, kalo di telepon loe gak tahu muka lawan bicara loe, loe gak bisa menganalisis mood orang itu. Terus, gue juga gak suka barang elektronik bermagnetik dekat-dekat otak gue. Selain komputer, benda elektronik lainnya kurang gue sukai. Mungkin, gue lebih cocok jadi petani ke kampung nanam padi terus maen suling jagain sawah sambil lihat pemandangan aduhai hehehehe.... Tapi petani, khan, kena pestisida (lho, kok...)

    -----BEGIN PGP SIGNATURE-----
    Version: GnuPG v1.4.1 (GNU/Linux)

    iD8DBQFCxQyRB8/qHi6Ah8wRAheTAJ9h3GmRvaJpQ306tN3B8giRgV4zmACggbQA
    YUweukpbBt4TzlvO7rY6osA=
    =jgQO
    -----END PGP SIGNATURE-----
    -----BEGIN PGP SIGNED MESSAGE-----
    Hash: SHA1

    Setelah lama LFS gue terkapar, akhirnya dia bisa jalan lagi. Terus, kemarin malam gue iseng-iseng ngebuka CD infoLINUX gue. Nah, ada tutorial dengan format PDF di dalamnya. Pas gue buka di GPDF (gnome PDF), setingannya kacau balau sekali. Terus gue buka pdf yang lain, eh, ada yang beres dan ada yang kagak.

    Setelah gue pelajari, ternyata di gnome PDF, berkas PDF yang hurufnya tidak ada di sistem, diganti dengan huruf subtitusi yaitu huruf ghostscript yang ada di folder /usr/share/ghostscript/fonts. Sayangnya, GPDF gak punya setingan buat ganti huruf default.

    Yah, udah, iseng-iseng gue ekstrak lagi src GPDF (2.8.1) dari gnome 2.8 gue. Terus gue pelajari. Nah, gue ketemu di bagian global config di folder xpdf. Gue iseng2 ganti source code-nya, tapi gagal (ntah, gue males lanjutin mungkin, sih, bisa).

    Tapi, singkat cerita, gue ketemu ide. Kayaknya GPDF juga pake X Window buat ngerender font. Yah, udah, gue coba tambahin direktori /usr/share/ghostscript/fonts ke /etc/xorg.conf (gue pake xorg, kalo XFree nama berkas setingnya XF86CONFIG-4).

    Kayaknya gak berhasil, sih. Soalnya gue udah restart tapi gak berubah. Terus, gue inget, X gue khan udah pake fontconfig dan freetype. Yah, udah, gue tambahin aja itu direktori ke berkas /etc/fonts/local.conf.

    Oh, iya, gue juga membuka terminal terus gue cd ke direktori itu. Terus di direktori itu, sebagai root tentunya, gue panggil perintah:

    # fc-cache

    Nah, dari perintah itu, muncul 2 berkas baru yang berisi informasi huruf yang ada di direktori itu. Terus, gue buka salah satunya, crash, deh, kompie gue (maksudnya X nya gak jalan, tapi XMMS tetap jalan dan maenin lagu). Gak masalah, soalnya gue pake reiser4. Gue tinggal pencet restart, trus, login lagi. Jadi, deh, huruf-huruf yang keren abis, beybe.

    Jadi, sebenarnya gue tinggal restart X, udah, deh, jadi, deh, hurufnya.

    TODO : Benerin library GNOME (ini yang bikin crash), gue dulu pas lagi bikin LFS, iseng-iseng pake lib 2.4, terus sekarang gue pake lib 2.6. Kayaknya ada lib yang gak kompatibel. Apa mendingan gue bikin ulang LFS gue, yah?

    -----BEGIN PGP SIGNATURE-----
    Version: GnuPG v1.4.1 (GNU/Linux)

    iD8DBQFCxQkEB8/qHi6Ah8wRAsBrAKCZTIAsyiorSMwTjv3+GfUNqjKqoQCfeqKI
    JXY5fGydARmUaBDh41qAdew=
    =R9TZ
    -----END PGP SIGNATURE-----